Alumni SMPN 1 Rancabungur Soroti Berbagai Polemik di Era Kepemimpinan Kepala Sekolah SK
- account_circle Sohibap
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar

Rancabungur Bicarakata.com — Munculnya berbagai pemberitaan negatif terkait SMPN 1 Rancabungur belakangan ini menjadi perhatian sejumlah alumni. Salah satunya datang dari Mohamad Raka, alumni yang mengaku prihatin terhadap kondisi almamater yang selama ini dikenal memiliki semangat kebersamaan dan prestasi di tengah masyarakat.
Menurut Raka, para alumni dahulu turut andil dalam membangun marwah sekolah melalui berbagai prestasi akademik maupun non-akademik, sekaligus menjaga nama baik SMPN 1 Rancabungur di lingkungan masyarakat.
“Dulu kami bersama-sama membawa nama baik sekolah, ikut mengharumkan SMPN 1 Rancabungur lewat prestasi dan kegiatan positif,” ujarnya.
Tidak hanya setelah lulus, para alumni juga disebut masih aktif menjaga hubungan dengan sekolah dan adik-adik kelas. Berbagai kegiatan sosial rutin dilakukan, seperti bakti sosial di bulan Ramadhan hingga event futsal silaturahmi antar angkatan sebagai wadah mempererat hubungan alumni dan siswa.
Namun belakangan ini, kata Raka, dirinya banyak mendengar keluhan dan pemberitaan negatif terkait kebijakan sekolah di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Siti Khodijah. Mulai dari persoalan sumbangan pembangunan masjid, penataan lapangan sekolah, proses penerimaan siswa baru, hingga polemik kegiatan study tour ke Bandung yang kini menjadi perbincangan publik.
“Kami sebagai alumni sangat menyayangkan adanya kegaduhan yang terjadi dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa maupun peserta didik,” katanya.
Raka berharap pihak sekolah dapat lebih terbuka dalam komunikasi dan pengambilan kebijakan agar tidak memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan alumni merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan sekolah, bukan untuk menjatuhkan nama baik almamater.
“Kami ingin SMPN 1 Rancabungur kembali dikenal karena prestasi dan kekompakannya, bukan karena polemik yang berkepanjangan,” tutupnya.
- Penulis: Sohibap
- Editor: Aps

Saat ini belum ada komentar