Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bogor » Isu Penyelewengan Dana PIP di Sekolah Swasta Terjawab: Murni Miskomunikasi

Isu Penyelewengan Dana PIP di Sekolah Swasta Terjawab: Murni Miskomunikasi

  • account_circle Aps
  • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
  • visibility 288
  • comment 0 komentar

Isu Penyelewengan Dana PIP di Sekolah Swasta Terjawab: Murni Miskomunikasi

 

Rancabungur, Bicarakata.com -Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sempat mencuat di salah satu sekolah swasta. Pihak keluarga siswa mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan karena merasa tidak pernah menerima dana bantuan pendidikan tersebut.

Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa persoalan sebenarnya bukan penyelewengan, melainkan adanya miskomunikasi terkait mekanisme pencairan dana.

Bicarakata.com mediasi pihak keluarga dan sekolah

Pihak sekolah menyampaikan bahwa sebelumnya sudah ada pemberitahuan resmi kepada wali murid mengenai jadwal serta tata cara pengambilan dana PIP. Namun pada waktu itu, pihak keluarga tidak memberikan respon terhadap pemberitahuan tersebut.

“Sudah ada surat edaran dan pemberitahuan lewat grup, tapi mungkin tidak terbaca atau terlewat. Jadi dananya tetap ada, tidak disalahgunakan,” jelas perwakilan sekolah saat mediasi.

Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 pada waktu itu turut memperburuk komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid. Aktivitas tatap muka yang terbatas membuat proses penyampaian informasi tidak berjalan maksimal.

Pihak keluarga akhirnya memahami bahwa tidak ada penyelewengan yang terjadi. Mereka mengakui bahwa situasi pandemi dan keterbatasan komunikasi menyebabkan adanya salah paham.

“Kami merasa lega karena ternyata dananya memang aman. Hanya terjadi miskomunikasi. Ke depan semoga komunikasi bisa lebih lancar,” ujar salah satu anggota keluarga siswa.

Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama bahwa dana PIP tetap dikelola sesuai aturan, dan pihak sekolah siap meningkatkan transparansi serta memperbaiki pola komunikasi dengan wali murid agar kejadian serupa tidak terulang.

  • Penulis: Aps

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahasa Kasar Aparatur Desa Cimulang Beredar, Publik Menanti Klarifikasi

    Bahasa Kasar Aparatur Desa Cimulang Beredar, Publik Menanti Klarifikasi

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Sohibap
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Rancabungur, BICARAKATA.COM— Dugaan penggunaan bahasa kasar dan bernada merendahkan oleh salah satu oknum aparatur Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memicu kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Konten berupa status WhatsApp, baik teks maupun pesan suara (voice note), kini berbuntut pada pendampingan hukum oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhibrata. LBH Adhibrata mendampingi Ketua Lembaga Pemberdayaan […]

  • Polsek dan Pemerintah Rancabungur Bangun Rumah untuk Ibu dengan Gangguan Kejiwaan Pengasuh Anak Disabilitas

    Polsek dan Pemerintah Rancabungur Bangun Rumah untuk Ibu dengan Gangguan Kejiwaan Pengasuh Anak Disabilitas

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Polsek dan Pemerintah Rancabungur Bangun Rumah untuk Ibu dengan Gangguan Kejiwaan Pengasuh Anak Disabilitas. Rancabungur – Sabtu 6 September 2025 Kepolisian Sektor (Polsek) Rancabungur menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan ikut serta bersama-sama Pemerintah Kecamatan Rancabungur membangun rumah bagi Suheni dan Puroh, warga Kampung Sukajadi RT 01 / RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur. […]

  • Dugaan Pelanggaran Upah dan BPJS, Pekerja Gondola di Bogor Tempuh Jalur Pengaduan

    Dugaan Pelanggaran Upah dan BPJS, Pekerja Gondola di Bogor Tempuh Jalur Pengaduan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Sohibap
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Bogor Bicarakata.Com– Seorang pekerja gondola di kawasan Vivo Mall Bogor melaporkan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor. Pekerja tersebut diketahui bernama M. Fikri Dwi Januar, warga Kampung Moyan, Desa Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai petugas gondola sejak Desember 2024 hingga Februari […]

  • Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan

    Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan   Rancabungur – Jumat, 12 September 2025 Seorang lansia bernama Emad Sanjaya, warga Kampung Sukajadi RT 01/02, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, hingga kini belum memiliki data kependudukan. Baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) tak pernah […]

  • 13 Tahun Jalan Kp.Sukajadi Terlupakan, Warga: Pemerintah Tutup Mata?

    13 Tahun Jalan Kp.Sukajadi Terlupakan, Warga: Pemerintah Tutup Mata?

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com -Lebih dari tiga belas tahun warga Kampung Sukajadi, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, menanti janji pembangunan yang tak kunjung tiba. Jalan utama mereka, yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan sosial warga, justru dibiarkan hancur, licin, dan membahayakan. Ironis, ketika pajak tetap ditarik tanpa kompromi, tetapi hak dasar berupa infrastruktur jalan justru diabaikan. […]

  • Di Tengah Gubuk Usang, Harapan Baru Muncul untuk Keluarga Dedi di Mekarsari

    Di Tengah Gubuk Usang, Harapan Baru Muncul untuk Keluarga Dedi di Mekarsari

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com — Kisah pilu keluarga Dedi, warga Kampung Sukajadi RT 02/RW 01, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, akhirnya menggugah hati banyak pihak. Setelah viral di media sosial, rumah reyot berukuran 3 x 4 meter yang nyaris roboh itu kini mendapat perhatian luas — mulai dari DPRD Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Rancabungur, Pemerintah Desa […]

expand_less