Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bogor » Bahasa Kasar Aparatur Desa Cimulang Beredar, Publik Menanti Klarifikasi

Bahasa Kasar Aparatur Desa Cimulang Beredar, Publik Menanti Klarifikasi

  • account_circle Sohibap
  • calendar_month Sel, 16 Des 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Rancabungur, BICARAKATA.COM— Dugaan penggunaan bahasa kasar dan bernada merendahkan oleh salah satu oknum aparatur Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memicu kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Konten berupa status WhatsApp, baik teks maupun pesan suara (voice note), kini berbuntut pada pendampingan hukum oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhibrata.

LBH Adhibrata mendampingi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cimulang serta Ketua RT setempat yang merasa dirugikan atas unggahan tersebut. Pasalnya, pesan yang beredar luas di ruang publik digital itu diduga mengandung bahasa kasar, bernada hinaan, serta diarahkan kepada individu tertentu, sehingga dinilai mencederai etika aparatur pemerintahan desa.

Kuasa hukum LBH Adhibrata, Abu Yazid, S.H., menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan pribadi semata.

“Ketika seorang aparatur desa menggunakan bahasa kasar dan merendahkan di ruang publik digital, maka yang tercoreng bukan hanya individu, tetapi juga wibawa pemerintahan desa. Ini persoalan etika dan berpotensi masuk ranah hukum,” ujar Abu Yazid.

Menurutnya, unggahan tersebut telah menimbulkan kegaduhan sosial dan berpotensi memperlebar konflik horizontal di tingkat desa apabila tidak segera ditangani secara bijak dan tegas.

Meski demikian, LBH Adhibrata menegaskan masih mengedepankan jalur musyawarah dan penyelesaian administratif. Pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Desa Cimulang agar difasilitasi forum klarifikasi dan musyawarah terbuka.

“Musyawarah kami dorong sebagai langkah awal untuk mencegah konflik berkepanjangan. Namun perlu ditegaskan, musyawarah tidak boleh dijadikan tameng untuk menghindari tanggung jawab. Jika tidak ada itikad baik, langkah hukum tetap terbuka,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, oknum aparatur desa yang diduga mengunggah konten tersebut belum memberikan klarifikasi ataupun permintaan maaf secara terbuka. Sikap diam ini justru memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen aparatur desa dalam menjaga etika, profesionalitas, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

LBH Adhibrata mengingatkan bahwa aparatur pemerintahan desa terikat pada norma hukum, kode etik, serta kewajiban menjaga keharmonisan sosial. Peristiwa ini diharapkan menjadi peringatan serius agar penggunaan media sosial oleh pejabat publik tidak dilakukan secara serampangan dan berpotensi melukai martabat masyarakat.

  • Penulis: Sohibap
  • Editor: APS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Digitalisasi Pramuka, Kwarran Rancabungur Ikuti Workshop KOMTI–PUSDATIN

    Dorong Digitalisasi Pramuka, Kwarran Rancabungur Ikuti Workshop KOMTI–PUSDATIN

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Sohibap
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Rancabungur Bicarakata.com – Kwartir Ranting (Kwarran) Rancabungur mengikuti kegiatan Workshop Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi (KOMTI) serta Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Wilayah II yang diikuti oleh perwakilan dari 11 kecamatan. ‎Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Rumpin, bertempat di DMS Caffe, pada Kamis, 5 Februari 2025. ‎Adapun kecamatan yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Kecamatan […]

  • Di Tengah Gubuk Usang, Harapan Baru Muncul untuk Keluarga Dedi di Mekarsari

    Di Tengah Gubuk Usang, Harapan Baru Muncul untuk Keluarga Dedi di Mekarsari

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com — Kisah pilu keluarga Dedi, warga Kampung Sukajadi RT 02/RW 01, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, akhirnya menggugah hati banyak pihak. Setelah viral di media sosial, rumah reyot berukuran 3 x 4 meter yang nyaris roboh itu kini mendapat perhatian luas — mulai dari DPRD Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Rancabungur, Pemerintah Desa […]

  • Cetak Juara Sejati, SDN Rancabungur 01 Raih Posisi Kedua Cerdas Cermat PAI

    Cetak Juara Sejati, SDN Rancabungur 01 Raih Posisi Kedua Cerdas Cermat PAI

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Sohibap
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Rancabungur Bicarakata.com- Semangat dan kualitas siswa-siswi SDN Rancabungur 01 kembali terbukti. Dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Rancabungur, sekolah tersebut berhasil meraih Juara 2 pada cabang Lomba Cerdas Cermat. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 ini dipusatkan di SDN Bantarkambing 03 dan SDN Bantarkambing 06, serta diikuti oleh perwakilan […]

  • Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD

    Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD RANCABUNGUR – Sabtu, 6 September 2025 Meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, belakangan ini menimbulkan keresahan warga. Di Kampung Sukajadi RT 04 RW 02, tercatat sudah empat warga yang positif DBD dalam sepekan terakhir, tiga di […]

  • Bejat! Pria Paruh Baya di Rancabungur Diduga Rudapaksa Anak Tetangganya, Kini Diburu Polisi

    Bejat! Pria Paruh Baya di Rancabungur Diduga Rudapaksa Anak Tetangganya, Kini Diburu Polisi

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com – Kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang warga Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Seorang pria paruh baya diduga melakukan aksi bejat terhadap anak pada 18 Agustus 2025 lalu. Peristiwa itu baru terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut kemudian menyebar luas dan viral di berbagai media […]

  • Warga Mekarsari Jadi Korban Begal di Ciampea, Istri Alami Luka Serius

    Warga Mekarsari Jadi Korban Begal di Ciampea, Istri Alami Luka Serius

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga. Seorang warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, menjadi korban begal di Jembatan Ciampea, perbatasan Kecamatan Rancabungur, pada Jumat (19/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Korban bernama Urmat, bersama sang istri Maimunah, saat itu tengah dalam perjalanan menuju Pasar Ciampea untuk berbelanja kebutuhan berdagang sehari-hari. Mereka berboncengan […]

expand_less