Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Pascabanjir Cimulang, Pemkab Bogor Intensifkan Normalisasi Sungai Cibeuteung Sepanjang 1,6 Kilometer

Pascabanjir Cimulang, Pemkab Bogor Intensifkan Normalisasi Sungai Cibeuteung Sepanjang 1,6 Kilometer

  • account_circle plusrym@gmail.com
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar

Peristiwa banjir yang melanda Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 9 Agustus 2025 lalu masih menyisakan dampak cukup besar bagi masyarakat. Berdasarkan catatan pemerintah desa, sebanyak 39 rumah warga terdampak, 12 di antaranya rusak parah. Tak kurang dari 929 jiwa dari 306 kepala keluarga (KK) menjadi korban akibat bencana tersebut.

Memasuki satu bulan pasca kejadian, pemerintah daerah bersama pemerintah desa serta masyarakat setempat fokus melakukan langkah penanganan sekaligus pencegahan agar musibah serupa tidak kembali terulang. Salah satu upaya nyata yang kini dilakukan adalah pengerukan Sungai Cibeuteung yang membentang di wilayah Desa Cimulang.

Kepala Desa Cimulang, Cecep Hidayat, menyampaikan bahwa pekerjaan pengerukan dimulai sejak 13 Agustus 2025, hanya beberapa hari setelah banjir melanda. Hingga 4 September 2025, aktivitas normalisasi masih terus berlangsung di lapangan.

“Alhamdulillah, di RW 03 mulai dari arah hulu sudah dilakukan pengerukan sepanjang 800 meter. Saat ini progres pengerjaan oleh Dinas PUPR tinggal sekitar 30 persen lagi untuk dirampungkan,” jelas Cecep, Kamis (4/9/2025).

Kepala Desa Cimulang Cecep hidayat dan perangkat RT RW

Cecep menambahkan, total panjang aliran sungai yang ditangani mencapai 1,6 kilometer. Pengerjaan saat ini masih difokuskan di bagian hilir. Ia berharap, setelah pengerukan selesai, potensi luapan air yang menyebabkan banjir dapat diminimalisir secara maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Cecep memberikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Rudi Susmanto, yang telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan pascabanjir. Instruksi langsung dari bupati, kata Cecep, menjadi dasar Dinas PUPR bergerak cepat mengerahkan peralatan berat untuk normalisasi sungai.

“Atas nama pemerintah Desa Cimulang, kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor atas perhatiannya, khususnya kepada Dinas PUPR yang sigap menindaklanjuti arahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kecamatan Rancabungur yang aktif mendorong koordinasi lintas dinas, serta para ketua RT, RW, hingga warga yang turut memfasilitasi jalannya pengerjaan.

“Kami juga sangat mengapresiasi warga yang dengan sukarela memberikan akses lahan maupun menebang pohon di sekitar aliran sungai agar proses pengerukan bisa berjalan tanpa hambatan. Ini bentuk gotong royong yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Banjir yang melanda pada 9 Agustus 2025 disebabkan meluapnya Sungai Cibeuteung setelah diguyur hujan deras. Kondisi Setu Babakan yang ikut meluap memperparah situasi, sehingga air menggenangi permukiman dan merusak puluhan rumah warga.

Sejak saat itu, pemerintah menjadikan pengerukan sungai sebagai prioritas utama untuk memperlancar aliran air dan mencegah terulangnya banjir di kemudian hari.

Menurut Cecep, normalisasi tidak hanya menyasar satu titik, melainkan sepanjang aliran sungai yang melintasi beberapa RW. “Insya Allah dengan kerja sama semua pihak, pengerjaan ini bisa segera rampung. Yang terpenting aliran sungai lancar, sehingga warga tidak lagi khawatir saat hujan turun,” katanya.

Cecep menegaskan, pengerjaan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas PUPR, tetapi juga hasil sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat. Pemerintah desa berperan sebagai penghubung, sementara warga memberikan dukungan penuh dengan menyediakan akses bagi alat berat.

“Tanpa dukungan warga, mustahil kegiatan sebesar ini bisa berjalan lancar. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih atas partisipasi seluruh pihak,” tegasnya.

Cecep menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa kegiatan normalisasi sungai adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan Cimulang sebagai desa yang bebas banjir.

“Ini merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Bogor sekaligus komitmen bersama masyarakat Cimulang. Mudah-mudahan ke depan Cimulang benar-benar terbebas dari banjir,” tuturnya.

Ia juga berharap upaya tersebut tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan berkesinambungan melalui program pemeliharaan rutin sungai. “Ke depan diperlukan pemeliharaan secara berkala agar aliran tetap terjaga dan warga tidak lagi was-was saat musim hujan,” pungkasnya.

  • Penulis: plusrym@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Sosial Ramadan, PAC PP Rancabungur Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

    Aksi Sosial Ramadan, PAC PP Rancabungur Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Sohibap
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com -Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadan dengan aksi sosial, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Rancabungur menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat serta santunan kepada anak yatim pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kebersamaan ini diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Pemuda Pancasila dari berbagai ranting […]

  • Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD

    Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Pemuda Kampung Sukajadi Bersama RT dan RW Gelar Fogging Mandiri, Antisipasi Penyebaran DBD RANCABUNGUR – Sabtu, 6 September 2025 Meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, belakangan ini menimbulkan keresahan warga. Di Kampung Sukajadi RT 04 RW 02, tercatat sudah empat warga yang positif DBD dalam sepekan terakhir, tiga di […]

  • Dugaan Pelanggaran Upah dan BPJS, Pekerja Gondola di Bogor Tempuh Jalur Pengaduan

    Dugaan Pelanggaran Upah dan BPJS, Pekerja Gondola di Bogor Tempuh Jalur Pengaduan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Sohibap
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Bogor Bicarakata.Com– Seorang pekerja gondola di kawasan Vivo Mall Bogor melaporkan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor. Pekerja tersebut diketahui bernama M. Fikri Dwi Januar, warga Kampung Moyan, Desa Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai petugas gondola sejak Desember 2024 hingga Februari […]

  • Dari DPO ke DPRD, Nama Litao Jadi Sorotan Nasional

    Dari DPO ke DPRD, Nama Litao Jadi Sorotan Nasional

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Ramai di Media Sosial, Nama DPO Litao Dikabarkan Kini Jadi Anggota DPRD Wakatobi Bogor– Jagat media sosial tengah diramaikan dengan perbincangan mengenai seorang pria berinisial Litao yang disebut-sebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di masa lalu, namun kini dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Wakatobi. Tagar #Litao hingga #DPRDWakatobi menjadi perbincangan hangat di berbagai platform. […]

  • Program Jabar Caang hadir di desa. Rancabungur

    Program Jabar Caang hadir di desa. Rancabungur

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Rancabungur, Bicarakata.com – Pemerintah Desa Rancabungur mengumumkan kabar gembira bagi warganya yang belum memiliki KWH listrik. Melalui Program Jabar Caang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, warga berhak memperoleh pemasangan listrik gratis berdaya 900 VA lengkap dengan instalasi rumah (3 titik lampu dan 1 stop kontak). Hingga saat ini, sebanyak 28 warga Desa Rancabungur sudah tercatat […]

  • Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan

    Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Aps
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Bertahun-tahun Lumpuh, Lansia di Kecamatan Rancabungur Hidup Tanpa KTP dan KK. Sulit Akses Layanan Kesehatan   Rancabungur – Jumat, 12 September 2025 Seorang lansia bernama Emad Sanjaya, warga Kampung Sukajadi RT 01/02, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, hingga kini belum memiliki data kependudukan. Baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) tak pernah […]

expand_less